Dam Raman Cikal Bakal Destinasi Ekowisata

Wisata Perahu Karet di Dam Raman
Semilir angin di bawah Pohon Ingas yang berderet di tepian Dam Raman pukul 09.00 WIB dan beberapa pemancing yang duduk tenang melempar dan menarik senar joran menjadi pemandangan yang apik pada hari minggu pagi (10/09). Dermaga kecil terbuat dari ban dan papan disisi sebelah kiri menjadi tambatan empat perahu karet sebagai salah satu wahana baru yang menjadi daya tarik wisata di Dam Raman. Sebagai salah satu spot berkumpulnya para pengunjung dari mulai anak kecil, pasangan muda-mudi, hingga orang tua yang datang dari berbagai daerah khususnya dari Lampung Tengah, Lampung Timur, dan Metro Dam Raman kini perlahan di set menjadi destinasi wisata warga yang recomended.
Ide ini pertama kali digagas oleh Dharma Setyawan dosen IAIN Metro, dengan menggandeng komunitas warga untuk bersama-sama menjadikan Dam Raman sebagai tempat yang representatif untuk pariwisata. Gerakan awal yang dilakukan sebagai bentuk propaganda sekaligus promosi adalah dengan mengadakan Outbond di Dam Raman hari minggu kemarin. Inisiatif acara yang diikuti oleh komunitas warga di sekitaran Dam Raman, Mahasiswa IAIN Metro beserta dosen dan simpatisan tersebut berlangsung aman dan sukses.
Selain perahu karet, juga terdapat wahana Flying Fox dan panahan yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Antusisame dan huporia peserta Outbond terbukti mampu menarik perhatian lalu-lalang orang yang lewat, kebanyakan dari mereka berhenti seraya melihat dan bertanya, “Ini ada acara apa mas, kok rame dan itu boleh dinaikin ngga mas?” sembari menunjuk perahu karet berwarna biru bermotif unik. Bahkan tidak sedikit dari mereka akhirnya memutuskan untuk mencoba wahana-wahana tersebut. Kiki contohnya, gadis berparas cantik yang berasal dari Lampung Timur itu penasaran bagaimana rasanya mengarungi Dam Raman menggunakan perahu karet. Menurut Kiki, sensasi ngeri bercampur senang ia alami setelah mula-mula mendayung kecil dari tepian hingga ke tengah dam dan berputar-putar.
Rencananya Dam Raman memang akan dijadikan sebagai destinasi ekowisata yang di dalamnya dikelola langsung oleh masyarakat sekitar. Penambahan objek-objek seperti ayunan dan kawat berbentuk Love yang dililit oleh bunga-bunga akan ditempatkan di lokasi-lokasi yang strategis di Dam Raman, tidak hanya itu untuk kedepannya akan didirikan pula mushola beserta toilet sebagai bentuk fasilitas yang akan memenuhi kebutuhan para pengunjung.
Pukul 15.00 Wib, sembari menyeruput es cincau yang sudah tak terlalu dingin si penjual berkata, “acara rame-rame seperti ini bagus mas, jelas gitu lho ini lagi ngapain-ini lagi ngapain. Biasanya kadang kalau orang kesini ya paling anak-anak muda pacaran mojok disana-sana” jemarinya menunjuk tempat yang dimaksud.
Melihat wadah es yang sudah nampak kerontang si penjual akhirnya berlalu dengan senyum puas lantaran daganganya laku habis laris manis.

Penulis: Julianto Nugroho

Komentar