Satu bulan #Ayokedamraman

Foto Hifni Septina Carolina

Saya pribadi setidaknya hampir 4 tahun melewati bendungan Dam Raman, ketika berkunjung ke rumah mertua. 
Dari dulu yang terlihat hanya hamparan eceng gondok yang menutupi permukaan air Dam Raman. Dan sesekali terlihat pasangan muda-mudi berbincang di bawah pohon. Selebihnya, beberapa orang yang memancing dan menangkap ikan. Pemandangan tersebut merupakan hal yang biasa kita lihat dari dulu, menurut penuturan warga sekitar.

Namun, saat ini ketika kita melewati Dam Raman tentu akan terlihat situasi yang berbeda. Hari ini tepat satu bulan komunitas #ayokedamraman memulai untuk membangun wisata warga setiap akhir pekan. Dan animo pengunjung kian bertambah tiap minggunya.

Tentu pengembangan wisata berbasis warga ini masih banyak kekurangan di sana-sini. Dibutuhkan ide-ide kreatif yang lebih banyak lagi untuk menarik para pengunjung. Saya pribadi turut menyaksikan kiprah komunitas #ayokedamraman tiap minggunya, bersama suami. Wehehe

Perjalanan komunitas #ayokedamraman setidaknya perlu diapresiasi. Komunitas yang terdiri dari beberapa pemuda sekitar Dam Raman ini, bergeliat mengampanyekan #Ayokedamraman melalui sosial media yakni Instagram, Fanspage, Facebook dan Website. Komunitas ini juga membuat kaos #Ayokedamraman untuk dresscode, keuntungan penjualan kaos tersebut untuk menambah wahana atau spot di beberapa titik di Dam Raman.

Selang 1 bulan, kita bisa menyaksikan wisata keluarga yang mulai tumbuh di Dam Raman. Permukaan air yang dulu dipenuhi eceng gondok itu, kini bisa leluasa digunakan pengunjung untuk bermain perahu karet. Rindang pepohonan itu, kini bisa digunakan pengunjung untuk berlatih panahan atau menantang adrenalin untuk bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain (flying fox). Spot-spot kece yang bisa digunakan pengunjung untuk menambah memori foto di hp juga tersedia di beberapa titik di Dam Raman.

Tentu, pengembangan wisata berbasis warga ini perlu perbaikan dan evaluasi di tiap minggunya. Yang perlu diketahui bersama bahwa inti dari wisata warga adalah kreatifitas yang tak kenal ujung. Kebaruan ide yang akan terus ditunggu oleh pengunjung. Bukan hanya sekedar omset dari uang parkir atau tenda-tenda jualan, karena semua itu adalah efek dari kreatifitas.

Maka dari itu, warga harus sadar dan berbenah diri. Diperlukan nafas panjang untuk mengembangkan wisata Dam Raman ini sebagai tempat wisata keluarga yang menyediakan berbagai wahana yang aman dan menyenangkan, sebagai tempat outbond yang mengasyikkan, tempat wisata yang ramah anak dan lain-lain. Jika pengunjung yang datang sekarang ini baru wisatawan lokal, maka warga perlu bersiap diri menyiapkan penginapan yang layak untuk pengunjung dari luar daerah suatu hari nanti. Tentu masih banyak ide-ide segar lainnya yang bisa dikerjakan.

Jika Anda belum pernah berkunjung ke Dam Raman, mari luangkan akhir pekan depan untuk mengunjungi Dam Raman.

Penulis: Hifni Septina Carolina

Komentar