Aku dan Dam Raman


Oleh: M. Anan Alfarizi (Ketua Komunitas AKDR)

Hay everybody! Bagaimana kabarmu hari ini? masihkah dengan luka yang sama? apakah dia masih terngiang di kepala saat hari mulai gelap buta?, aisshh apaan sih.

Okay, langsung saja perkenalkan namaku M. Anan Alfarizi, mengambil prodi Agroteknologi di STIPER Dharma Wacana Metro, selain itu juga bekerja sebagai petugas lapangan di bidang pertanian wilayah Lampung. Di sini aku mau cerita soal pariwisata Dam Raman yang di gagas oleh pemuda desa sadar wisata guys. Dimana pemuda pemuda tersebut berada dalam satu wadah bernama komunitas #ayokedamraman

Foto di atas saya ambil di sebuah bendungan yang dikenal kejam sekitar 60 hari yang lalu, tempat ini dikenal dengan nama Dam Raman. Beberapa begal pernah tertangkap dan hampir merenggut nyawa di tempat ini. Yah, sekarang bendungan ini sudah menjadi pilihan asyik untuk nongkrong, berwisata, dan tempat melupakan kenangan pahit soal dia yang membiarkanmu berkutat dengan lara.

Sebenarnya wacana akan membuat dam raman sebagai tempat wisata sudah ada sejak 20 tahun lalu. Namun tanpa gerakan, wacana hanya sebatas wacana, seperti aku yang mengagumi kamu tanpa ada kata terucap untuk memiliki. Awal Agustus 2017, seorang pemuda bernama Dharma Setyawan hadir bak pahlawan (cie cie), beliau menghubungi saya lewat DM Instagram meminta no Wa dan langsung membuat group yang kemudian berisi 3 teman saya, yaitu Jefri, Zidan dan Hanif. Disitu mas Dharma mulai memotivasi kami dan membuat planing untuk Dam Raman kedepannya seperti apa.

Sampai pada pertengahan bulan Agustus, pak Yeri Ehwan (Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Metro) dengan 3 staffnya datang berkunjung ke Dam Raman atas ajakan dari mas Dharma. Disitu kami membicarakan Dam Raman dan planing ke depan. Lucu memang, saya dan ketiga teman saya bahkan tak mengerti apapun yang di bicarakan mereka ber 5 haha. Nah, berawal dari situlah kami memulai membuat gerakan, seperti membuat instagram, halaman facebook, dan situs web serta mengumpulkan anggota lain. Saat itu bertambah beberapa orang, seperti mas dika, kiki muncer, dan dadang. Mereka para anggota baru mulai mengajak para pemuda lain sampai ahirnya terkumpul 25 orang termasuk Mas Dharma dan Mas Feri (pemandu outbond).

Pertengahan september 2017, kami mulai launching pariwisata Dam Raman dengan bermodal perahu karet, flying fox, dan juga panahan, dari mana kami dapat uang untuk beli itu barang? Jualan Kaos dan iuran orang-orang baik. Awal kami buka, ada part lucu yang tidak kami sadari, kami tidak melayani pengunjung, melainkan bermain sendiri seperti anak kecil hahaha.

Awal kami buka, mulai bermunculan masalah yang timbul, dikarenakan pihak dari wilayah lain mempertanyakan soal legalitas dan perizinan. Tak gentar, kami di undang untuk menyelesaikan masalah ini. Lalu timbul masalah lain dan lain dan lain. Terlalu banyak bagi saya untuk menuliskan ini uhuk...

Yang paling membuat saya erosi eh emosi adalah masalah pedagang yang ingin mengadu nasib di situ. Yang saya fikirkan adalah soal sampah, dan jika ada satu pedagang, pasti yang lain ikut dagang. Ahirnya lahan penuh dan pengunjung hanya melihat pedagang makin bertambah.

Sekarang semua itu sudah beres, kami membatasi 20 stand dan membuat berbagai macam aturan agar para pengunjung nyaman. Lambat laun kami memikirkan hal-hal lain seperti membangun spot-spot foto, kenyamanan pengunjung (penyediaan kursi dan WC) dan lain-lain. Sampai saat ini pun, kami masih berfikir keras untuk pembaharuan-pembaharuan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat pengunjung mau datang lagi dan lagi. Disitulah kami harus kreatif membuat love, rumah pohon, menghias tempat, menambah wahana dan lainnya.

Komunitas #ayokedamraman merupakan dunia ke dua bagi saya setelah Pertanian. Di sini saya belajar banyak, soal menjadi pemimpin yang baik bagi para angota lain, bijak memutuskan suatu hal, mementingkan perihal anggota ketimbang pribadi, sabar menghadapi anggota yang kebanyakan masih di muda-muda dan memiliki ego tinggi. Berkat mas Dharma sebagai pimpinan yang menunjuk saya sebagai ketua koordinator bagi anggota, saya merasa suatu saat saya akan berubah sikap menjadi lebih dewasa dan bertangung jawab. Thanks a lot big bro.

Selain berperan sebagai kordinator, saya di komunitas Ayo ke Dam Raman (AKDR) juga berperan sebagai pemandu di wahana panahan. Disitu saya banyak berinteraksi dengan mereka yang ingin belajar memanah. Dari gadis bodi molek bibir sexy, sampai ukhty berkerudung lebar bak bidadari, pernah saya jabanin. Umur komunitas semuda ini, permasalahan yang kami hadapi pun tidak sedikit, baik dari dalam maupun luar komunitas.
Tapi saya pribadi yakin, di setiap masalah pasti ada pembelajaran yang bisa di ambil.
Keep solid CREW AKDR!!!!!

Komentar