Memulai Dari Pinggir

Dharma Setyawan
Berjuanglah untuk mengalirkan uang ke pinggiran kota ini. Karena ada desa-desa yang menyangganya.  Memasok bahan makanan dan dikunyah oleh orang-orang di tengah kota.  Dulu saat kampanye ada calon mau membangun dari pinggiran. Tapi lihat ada pojok samber hanya diubah nama samber park yang menarik-narik Reog untuk halal bi halal berasal dari pinggir.  Ada halal bi halal meriah yang tak berdampak pada kaum pinggiran.
Dharma Setyawan

Ada statemen-statemen akan membangun pariwisata alam di pinggir kota. Namun tak ada konsep yang jelas, di Selatan sana.  Sedangkan di utara ada gerakan warga,  tapi pemerintah tak bikin event di sana.  Mereka hanya membuat menara-menara,  aparaturnya berasap knalpot ria, dan sampah bertebaran dimana-mana.

Tulisan mas Puthut Ea ini menyadarkan kita.  Bahwa kota telah lama memeras desa,  memeras kaum pinggiran.  Bohong soal pemerataan, ada anak-anak muda yang tidak terarah.  Mereka meninggalkan budaya desa dan dicekoki pikiran-pikiran kota.  Bapaknya sibuk mencari rumput di sawah,  dia asyik nongkrong di Cafe kota.  Bapaknya berpanas-panas mengolah tanah,  mereka ke kota melihat kampanye-kampenya politisi dan artis dangdut.

Jika malam hari mereka berkumpul, hanya tuak murahan yang mereka anggap sebagai penghibur.  Para tokoh,  agamawan tak kuasa lagi mendidik mereka yang setiap hari memainkan game mobil legend dan memainkan jarinya di layar android. Sekolah menjadi rutinitas yang menjemukan.

Hanya ada sedikit harapan untuk memulai hal baru.  Kembali melihat desa sebagai potensi.  Ada kambing,  sapi,  sawah,  yang harus digeluti.  Jika sedikit kreatif mereka bisa menanam tanaman buah di kebun yang menganggur,  di sela pekarangan yang tak sesempit kota.  Menanam sayuran,  cabai untuk menjaga perut dari lapar.
Ayo ke Dam Raman

Selain itu jika mengerti berserikat pemuda ini akan membentuk koperasi pemuda.  Mereka mengelola kolam ikan bersama,  beternak bersama dan menanam bersama.  Bahkan jika ada yang mencerahkan mereka potensi wisata bisa diciptakan.  Tak perlu lagi mereka percaya dengan janji-janji pemimpin di pusat kota. Dari pinggir kalian harus menyadari. Mereka semua hanya berjanji,  selebihnya negeri ini memang banyak sandiwara para pengritik dan yang dikritik.

Mulai sekarang kenali dirimu, lingkunganmu,  budayamu dan perlawanan orang-orang pinggir.  Bahwa belajar dengan orang kota membuat kalian tidak mengerti nikmatnya jadi orang Desa. Benar kata Boy Vrido,"Sekolah tidak mengajarkanmu untuk pulang."

Dharma Setyawan
Penggerak #ayokedamraman.  

Komentar